Pernah lihat konten mba-mba yang pegang akta cerai dengan caption "tugasku sebagai istri telah usai" diiringi sound viral nan jedag-jedug khas warga +62?
Ya, belakangan ini berita tentang peningkatan jumlah janda di beberapa provinsi di Indonesia cukup santer diperbincangkan, pasalnya, jumlah janda setiap tahunnya naik dan didominasi dari kalangan muda rentan usia 20-30 an.
Guyonan khas warga +62 adalah janda pirang semakin didepan, dimana menyebut janda muda dengan penampilan fashionable dan aktif di sosial media.
Tapi apakah iya janda pada saat ini semakin didepan?
Lewat drama korea berjudul "Knight Flower" kita mendapat sedikit gambaran bagaimana janda era joseon eksis di tengah masyarakat, pemeran utama yaitu Yoe Hwa digambarkan sebagai janda, ia menjadi janda di hari pernikahannya, atau janda kembang istilahnya, yoe hwa sendiri dalam tradisi joseon harus memakai baju berkabung seumur hidupnya, ia juga dibatasi keluar rumah, tidak boleh menikah lagi, dan harus mengabdi di keluarga suami.
lain korea lain india, kalo di negara prindapan ini kita melihat gambaran janda lewat serial tv india dengan judul gangga, gangga nama pemeran utama juga menjadi janda di usia yang sangat belia, status tersebut membuat dia tidak mendapatkan hak seperti anak lain seusianya, ia juga harus memakai pakaian berkabung seumur hidupnya, dilarang mengikuti perayaan, dilarang memiliki kekasih dan menikah lagi.
dibandingkan saat ini, nyatanya memang janda semakin didepan, walaupun masih ada sedikit stigma negatif di masyarakat, akan tetapi kebebasan dalam melakukan berbagai hal, memakai pakaian sesuai dengan keinginannya, dan sah saja jika ingin menikah lagi.

Komentar
Posting Komentar