Hai...

Bagaimana kabarnya sekarang? apakah bahagia?

Rutinitas keseharian terkadang membuatku lelah, terkadang juga muncul rasa bosan, atau marah, sedih, kadang juga lucu. Sering kali diri ini mencoba berkomunikasi dengan dirinya sendiri? aneh? ya wajar, tetapi hal tersebut menjadi salah satu cara mengetahui apa yang sebenarnya dicari, apa sih tujuannya, ya walau sering kali tidak menemukan jawban.

Membahas mengenai berbicara kepada diri sendiri atau istilah nya adalah self talk, apa sih self talk itu?dikutip dari laman Healthline, self talk adalah dialog internal pada diri sendiri yang dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dengan mengungkapkan pikiran, pertanyaan, serta gagasan, yang diucapkan dalam hati atau disuarakan secara lantang sehingga menjadi sugesti bagi diri sendiri. Self talk sendiri ada dua jenis, yaitu self talk negatif dan positif.

a. Magnifying yaitu fokus pada aspek negatif setiap situasi dan mengabaikan yang positif

b. Catastrophizing yaitu mengharapkan hal terburuk terjadi tanpa mau ada kompromi secara logika

d. Polarizing yaitu melihat dunia pada dua sisi yaitu baik dan buruk, tanpa memberi celah bagi aspek di antara keduanya

Apakah self talk wajar sih? ternyata wajar sekali seseorang melakukan self talk, self talk merupakan salah satu cara diri kita menyampaikan dan menggali informasi, baik berupa gagasan atau keinginan meski hanya dalam pikiran tanpa adanya pengucapan.

Self talk juga merupakan suatu hal yang bermanfaat asal bersifat positif, apa itu self talk positif? Menukil dari Tirto.id, dalam sebuah studi yang dihimpun dalam Journal of Personality and Social Psychology, self-talk positif memiliki lima manfaat di antaranya : membantu berdamai dengan situasi yang tidak bisa dikontrol, membantu meredakan stress,  meningkatkan perfomansi diri, menjadi pribadi yang senantiasa beraura positif, serta membantu diri melakukan self-reflection.

Prakteknya tidak semua orang menyadari bahwa self talk itu sesuatu yang wajar dan bermanfaat, apalagi peran sebagai ibu yang menyebabkan seseorang wanita berpikir dirinya harus bisa melakukan banyak hal, mengasuh anak dan mengerjakan pekerjaan domestik. Self talk bisa menjadi salah satu cara para ibu berdamai dengan dirinya, mengetahui tujuan perannya sebagai ibu, men sugesti dirinya bahwa ibu bukanlah seseorang yang sempurna sehingga tidak terbebani tuntutan yang tidak selaras dengan dirinya, lebih mengoptimalkan kelebihan dirinya dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Mendengarkan positif self talk, seseorang harus mengidentifikasi terlebih dahulu negative thinking dalam dirinya. Ingat, negative thinking tak selalu buruk bahkan bisa membuat seseorang lebih waspada dan berhati-hati. Dalam mengidentifikasi negative thinking, kenali dulu 4 kategorinya:

1. Personalizing yaitu kecenderungan menyalahkan diri sendiri

Setelah mengidentifikasi negative thinking, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi positive thinking. Perlu waktu dan konsistensi untuk bisa mengubah hal ini, tak akan terwujud hanya dalam semalam. Namun, tidak mustahil terjadi. Bahkan, anak kecil pun bisa mengubah negative self talk menjadi yang positif.Dialog dalam diri yang berupa positive self talk harus diberi porsi lebih besar agar bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkannya, beberapa caranya bisa dengan:

2. Hindari jebakan negative self talk

Terkadang, seseorang berada dalam situasi merasa ragu akan kemampuan diri sendiri dan tanpa disadari memberi porsi lebih dominan untuk negative self talk. Utamanya, hal ini terjadi ketika sedang berada dalam situasi sulit atau menantang. Hindari terjebak dalam negative self talk untuk memberi ruang lebih banyak bagi pemikiran positif.

3. Dengarkan perasaan

Ketika merasa negative self talk mendominasi, coba ambil jeda sejenak untuk evaluasi diri. Mengapa situasi menjadi serba negatif? Apa yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi ini menjadi lebih baik? Jeda ini bisa membantu memetakan masalah dan berpikir lebih jernih.

4. Temukan aspek humor

Tidak semua orang bisa menemukan aspek humor dari segala sesuatu, terutama ketika mengelola ekspektasi terasa sulit. Namun ketika bisa melihat sesuatu yang sulit dengan selipan humor, di situlah keberhasilan mendengarkan positive self talk. Alternatifnya, alihkan pikiran negatif dengan melihat sesuatu yang lucu dan menyenangkan.

5. Berkumpul dengan orang positif

Benar bahwa ketika berkumpul dengan penjual parfum, kita akan ikut wangi. Begitu pula ketika terbiasa berkumpul dengan orang-orang positif yang terbiasa berpikir optimis, maka positive self talk bisa mendapatkan validasi semakin besar.

6. Berikan afirmasi positif

Cara untuk menguatkan positive self talk dalam pikiran adalah dengan memberikan afirmasi positif. Terkadang, hal ini bisa dipicu dengan melihat kata-kata atau gambar yang menginspirasi sehingga pikiran bisa tervalidasi. Letakkan saja sumber afirmasi positif ini di tempat yang sering dikunjungi seperti kamar, meja kerja, atau notes di ponsel.




Sumber:


https://www.sehatq.com/artikel/positive-self-talk-dapat-menjaga-kesehatan-mental-bagaimana-mengasahnya

http://rdk.fidkom.uinjkt.ac.id/index.php/2020/07/23/kenali-self-talk-seni-berdialog-dengan-diri-sendiri/

 


Komentar